Setelah meraih kemenangan ke-12 di Dubai Desert Classic pada Minggu lalu, Patrick Reed menegaskan bahwa ia masih berstatus sebagai pemain bebas dan belum menandatangani kontrak baru untuk bermain di LIV Golf League musim ini. Juara Masters 2018 itu mengatakan ada beberapa detail yang masih harus dibahas sebelum kesepakatan resmi bisa disahkan.

Reed menyatakan, meskipun ia berharap bisa bermain saat LIV Golf dimulai pada 4 Februari di Riyadh, Arab Saudi. Namun keputusan ini tergantung pada negosiasi yang sedang berlangsung. “Belum saat ini. Semua benar-benar tergantung pada berbagai hal. Saya belum berbicara dengan tim di rumah atau semacamnya, tetapi saya berencana bermain di Riyadh,” ujar Reed.
Pernyataan ini muncul setelah LIV Golf mengumumkan perpanjangan kontrak Dustin Johnson dan mengisyaratkan bahwa Reed akan kembali ke tim 4Aces bersama Johnson, Thomas Detry, dan Thomas Pieters. Namun Reed menegaskan, kesepakatan itu belum final dan masih dalam tahap penyelesaian.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kemenangan Berharga di Dubai
Kemenangan Reed di Dubai Desert Classic membuatnya unggul empat pukulan atas Andy Sullivan dari Inggris. Ini merupakan kemenangan pertamanya di DP World Tour sejak 2020 dan memberi dorongan besar bagi posisi peringkatnya di Golf Dunia Resmi.
Dengan kemenangan ini, Reed diperkirakan akan naik ke peringkat 29 dunia, yang hampir memastikan haknya untuk bermain di empat turnamen mayor musim ini. Ia memiliki hak seumur hidup untuk bermain di Masters. Ia juga berpeluang lolos ke US Open maupun The Open melalui jalur poin liga LIV.
Reed menekankan pentingnya momentum kemenangan awal tahun ini. “Setiap kali meraih kemenangan itu istimewa. Menang lebih awal di tahun ini memberi momentum bagus untuk memasuki musim berikutnya,” katanya.
Baca Juga: Ryan Gerard dan Perburuan Masters yang Menegangkan!
Opsi Kembali ke PGA Tour

Jika kontraknya dengan LIV Golf tidak rampung, Reed mempertimbangkan untuk fokus bermain di DP World Tour. Lalu mencoba kembali ke PGA Tour dengan finis di 10 besar perolehan poin. Strategi ini bisa membuka jalannya untuk kembali ke tur utama Amerika.
“Permainan golf yang bagus akan berjalan sendiri. Jika saya akhirnya tidak bermain di LIV tahun ini, saya mungkin akan bermain lebih banyak di tur ini dan mencoba mengamankan salah satu posisi di 10 besar,” kata Reed.
Kesempatan kembali ke PGA Tour juga tersedia melalui Program Anggota Kembali, seperti yang dilakukan Brooks Koepka pada 12 Januari. Program ini memungkinkan pegolf LIV yang memenuhi syarat mayor tertentu untuk kembali ke PGA Tour setelah absen minimal dua tahun.
Persaingan dan Pilihan Pegolf LIV
Selain Reed, beberapa pegolf LIV lain seperti Bryson DeChambeau, Jon Rahm, dan Cameron Smith juga memenuhi syarat untuk kembali ke PGA Tour, namun memilih tetap di liga yang didanai Arab Saudi. Batas waktu pengajuan program pengaktifan kembali ini adalah 2 Februari. Dengan inu Reed dan pegolf lain memiliki waktu terbatas untuk membuat keputusan.
Keputusan Reed akan menjadi perhatian besar penggemar golf karena statusnya sebagai juara major. Lalu sekaligus performa kuatnya di Dubai menunjukkan ia masih mampu bersaing di level tertinggi, baik di LIV Golf maupun PGA Tour. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sports-illustration.com.
