Musim debut Lewis Hamilton bersama Ferrari menjadi salah satu periode paling menantang dalam kariernya di Formula 1. Untuk pertama kalinya, ia gagal meraih podium dalam satu musim penuh Grand Prix. Mobil 2025 yang diwarisinya dinilai sulit dikendalikan dan kurang cocok dengan gaya balapnya.
Sebagai pembalap berpengalaman, Hamilton mengakui bahwa ia harus beradaptasi dengan banyak perubahan. Selain karakter mobil yang berbeda, ia juga menghadapi pergantian insinyur balap dan dinamika tim yang baru. Semua faktor itu membuat musim pertamanya di Ferrari terasa berat.
Namun, Hamilton tidak ingin terus terjebak pada hasil buruk tersebut. Ia menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran penting. Baginya, musim sulit justru membuka peluang untuk membangun sesuatu yang lebih baik ke depan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
DNA Hamilton di Mobil Baru
Memasuki pengembangan mobil Ferrari 2026, Hamilton merasa memiliki pengaruh yang lebih besar. Ia menyebut bahwa mobil generasi baru ini sudah mengandung “DNA”-nya. Artinya, karakter dan masukan pribadinya lebih banyak terlibat dalam proses desain dan pengembangan.
Berbeda dengan mobil sebelumnya yang awalnya dirancang untuk pembalap lain, mobil 2026 dikembangkan dengan kontribusinya sejak awal. Hamilton terlibat dalam sesi simulator selama berbulan-bulan, sehingga ia merasa lebih terhubung dengan konsep mobil tersebut.
Generasi mobil terbaru yang hadir juga dinilai lebih sesuai dengan gaya mengemudinya. Sistem dan karakteristik baru memberi harapan bahwa ia bisa kembali tampil kompetitif. Hal ini membuat Hamilton lebih percaya diri menyambut musim yang akan datang.
Baca Juga: AC Milan Siap Perpanjang Kontrak Luka Modric
Perubahan di Dalam Tim
Ferrari juga melakukan sejumlah penyesuaian internal setelah musim sulit. Salah satunya adalah pergantian insinyur balap. Riccardo Adami yang sebelumnya mendampingi Hamilton digantikan, dan untuk sementara peran itu dipegang oleh Carlo Santi hingga pengumuman resmi dilakukan.
Perubahan ini diharapkan membawa komunikasi yang lebih efektif antara pembalap dan tim. Hamilton menilai kerja sama yang solid sangat penting dalam proses pengembangan mobil baru. Tanpa hubungan yang kuat, sulit bagi tim untuk berkembang secara maksimal.
Menurut Hamilton, suasana di dalam tim kini terasa lebih positif. Semua pihak menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kesalahan musim lalu dan bekerja lebih kompak demi hasil yang lebih baik.
Fokus pada Masa Depan
Selama jeda musim dingin, Hamilton memanfaatkan waktu untuk memperbaiki kondisi fisik dan mentalnya. Ia merasa berada dalam kondisi terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Dengan semangat baru, ia siap menghadapi tantangan generasi mobil yang benar-benar berbeda.
Hamilton menegaskan bahwa keyakinannya terhadap Ferrari tetap penuh. Ia sadar bahwa membangun kembali performa tim bukan proses instan. Itulah alasan ia menandatangani kontrak jangka panjang, karena memahami bahwa kesuksesan membutuhkan waktu.
Kini, dengan mobil yang lebih sesuai dan hubungan tim yang semakin solid, Hamilton optimistis menatap musim 2026. Ia percaya fondasi yang dibangun bersama Ferrari akan membawa perubahan positif dan membuka peluang kembali bersaing di papan atas Formula 1. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sports-illustration.com.
