Italia Pertahankan Kejayaan, Menjuarai Piala Davis Tiga Kali Beruntun

Bagikan

Italia kembali menunjukkan kekuatannya di arena tenis beregu dunia setelah berhasil menjuarai gelar Piala Davis dengan kemenangan 2-0 atas Spanyol. Meski tampil tanpa Jannik Sinner, yang merupakan petenis nomor dua dunia, Italia tetap tampil solid dan percaya diri. Matteo Berrettini dan Flavio Cobolli menjadi sosok kunci yang mengantarkan Italia mengamankan kemenangan meyakinkan di laga final.

Italia-Pertahankan-Kejayaan,-Menjuarai-Piala-Davis-Tiga-Kali-Beruntun

Kemenangan ini menandai gelar Piala Davis keempat bagi Italia, sekaligus gelar ketiga beruntun sejak 2022. Prestasi tersebut menempatkan Italia sejajar dengan Amerika Serikat, negara terakhir yang berhasil meraih tiga gelar beruntun pada era 1968–1972.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Keputusan Sinner untuk absen demi mempersiapkan musim depan tampaknya tidak mengurangi kekuatan tim. Bahkan tanpa Lorenzo Musetti, yang menduduki peringkat delapan dunia, Italia tetap mampu tampil dominan di Bologna.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Performa Gemilang Tanpa Bintang Utama

Italia melaju sempurna sepanjang turnamen, memenangkan semua pertandingan dengan skor 2-0 sejak babak perempat final hingga final. Konsistensi ini menunjukkan bahwa skuad asuhan Filippo Volandri memiliki kedalaman yang kuat dan tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain bintang.

Di sisi lain, Spanyol juga tampil tanpa pemain unggulan mereka, Carlos Alcaraz, yang memilih absen. Kondisi ini membuat laga final berjalan seimbang, namun determinasi Italia akhirnya menjadi pembeda.

Meski tampil dengan materi skuad yang berbeda dari edisi sebelumnya, Italia tetap menunjukkan gaya bermain agresif yang membuat Spanyol kesulitan sejak awal pertandingan.

Baca Juga: Mantan Juara Petra Kvitova Menerima Wild Card Wimbledon

Berrettini dan Cobolli Menjadi Penentu
Berrettini-dan-Cobolli-Menjadi-Penentu

Pada partai pertama final, Matteo Berrettini tampil percaya diri saat mengalahkan Pablo Carreno Busta dengan skor 6-3, 6-4. Pukulan tajam dan servis akuratnya membuat Italia unggul cepat.

Flavio Cobolli kemudian memastikan gelar dengan kemenangan dramatis atas Jaume Munar. Sempat tertinggal pada set pertama, Cobolli bangkit dan memenangi pertandingan dengan skor 1-6, 7-6(5), 7-5.

Kemenangan Cobolli menjadi salah satu penampilan terbaiknya di turnamen ini. Momentum dan mentalitas kuat membuatnya kembali menjadi penentu kemenangan bagi tim Italia, seperti yang terjadi di dua laga sebelumnya.

Sejarah Baru di Tanah Sendiri

Gelar ini menjadi sangat spesial karena untuk pertama kalinya Italia berhasil menjuarai Piala Davis di kandang sendiri. Dukungan penuh dari publik Bologna memberikan suntikan motivasi besar bagi para pemain.

Selain itu, keberhasilan mempertahankan gelar beruntun menunjukkan perkembangan signifikan dalam pembinaan tenis Italia. Kemenangan ini menegaskan bahwa Italia kini menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam tenis dunia.

Sementara itu, Spanyol tetap menunjukkan potensi besar meski gagal meraih gelar. Kembalinya mereka ke final untuk pertama kalinya sejak 2019 menjadi modal berharga untuk menatap turnamen mendatang. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga lainnya hanya di sports-illustration.com.